Suporter Indonesia Kembali Meninggal Akibat Bentrok

0
31
suporter indonesia kembali meninggal akibat bentrok

Suporter Indonesia Kembali Meninggal Akibat Bentrok Pada pertandingan yang mempertemukan Persita dengan PSMS Kamis (12/10) meninggalkan luka yang mendalam untuk suporter Persita. Banu Rusman, harus berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa setelah bentrok dengan suporter PSMS setelah timnya kalah 1-0.

Situasi sebenarnya sudah memanas ketika pertandingan memasuki akhir pertandingan. Beberapa suporter Persita nampak memasuki lapangan untuk melakukan protes kepada pelatih Persita dimana mereka bisa kalah dari PSMS. Setelah pertandingan berakhir suasana bertambah panas, ada beberapa suporter Persita yang melempat batu ke arah suporter PSMS.

Seperti yang diketahui bahwa sebagian dari pendukung PSMS merupakan anggota TNI, mereka langsung tidak terima dengan perbuatan suporter Persita tersebut. Mereka langsung melakukan serangan balik ke arah suporter Persita dengan kembali melemparkan batu. Hingga kericuhan tersebut tidak bisa dipisahkan lagi oleh sebagian pihak berwajib di laga tersebut.

Terlihat beberapa suporter dari Persita mengalami luka yang cukup serius. Salah satunya yang terjadi pada Banu Rusman, ia yang menjadi korban kerusuhan tersebut harus mengalami luka yang cukup serius dibagian kepalanya kemudian meninggal dunia di rumah sakit setempat. Pemuda yang baru berusia 17 tahun itu sempat dibawa kerumah sakit terdekat, namun karena darah terus-menerus keluar dari kepalanya akhirnya dokter memberikan sinyal bahwa nyamanya sudah tidak bisa tertolong lagi.

Hingga kejadian ini usai, dari management Persita sendiri membuat status di salah satu akun pribadi mereka. @persita.official dengan menulis beberapa ucapan bela sungkawa kepada Banu Rusman yang merupakan salh satu suporter Persita dan harus kembali menghadap Tuhan Yang Maha Esa dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kami dari tim PErsita berharap supaya tidak ada suporter Indonesia kembali meninggal akibat bentrok dengan suporter lain. karena sebagai salah satu tim yang bertanggung jawab kita harus kompak baik dari pihak management maupun suporter.